Arsip Tag: Tanah

Cahaya Dari Dalam Bumi Bagian 1

Aku bergegas mengambil tasku ke dalam kamarku. Kembali keluar, dengan tas di tangan kiri aku mengambil sepatuku yang kuletakkan di depan kursi tempatku tertidur sebentar tadi. Sudah lengkap di tangan kiriku tas dan di tangan kananku sepasang sepatu dengan sepasang kaos kaki pula didalamnya, aku bergegas menuju ke depan rumahku. Sesampainya di depan pintu rumahku, […]

Sepatu Dan Rasa Hormat

Setelah mengenakan baju lengan panjangku secara sempurna, aku menghitung kancing-kancingnya. Aku harus memastikan bahwa semua kancing-kancingnya ada sehingga aku tidak malu saat berada di depan team penguji nantinya. Bahkan, bukan hanya di hadapan team penguji, di hadapan semua orang pun aku tidak suka kalau merasa malu. Sedangkan, tidak adanya satu kancing baju pun pada bajuku […]

Ayo Temanku, Kamu Pasti Menang

Aku menjemur ayamku beberapa meter dari kolam kecilku. Di tempat itu memang jauh dari pepohonan sehingga sinar matahari pagi bisa langsung mencapai tanah. Ayam jantanku, yang baru saja aku mandikan dengan air kolam yang bening dan bersih, terlihat tenang menikmati hangatnya sinar matahari pagi. Aku duduk didekatnya menggunakan tempat duduk kecil terbuat dari kayu.  Tempat […]

Ayam, Jangan Kecewakan Aku

Aku kemudian berdiri perlahan-lahan. Setelah itu, aku menghampiri gantungan baju yang menempel di dinding kamarku. Setelah selesai menggantungkan bajuku kemudian aku mengenakan t-shirt kesayanganku. Agak lusuh, namun cukup nyaman untuk melindungi badanku dari angin saat aku melakukan kegiatanku sehari-hari. Kini sarunglah yang aku lepas, kemudian aku lipat dan teruh di atas sajadah tuaku. Aku sudah […]

Berhati-hati Itu Menurut?

Sesampainya di luar rumah, aku membalikkan badanku. Aku menutup pintu rumah, kemudian kembali membalikkan badanku. Selepas itu aku mulai berjalan pelan ke arah pancuran air kecil tempat orang mengambil air wudlu. Bukan sebuah pancuran yang bagus dengan statue, melainkan sebuah gentong kecil terbuat dari tanah liat yang dibakar. Warnanya abu-abu soalnya sudah dilapisi dengan semen […]

Kabut Dingin Mawar Mekar

Gelap masih mencengkeram di kaki gunung. Kabut tipis menyelimuti lerengnya. Pohon-pohon yang tinggi terlihat samar-samar dan terbungkus oleh kabut itu pula. Masih dini hari dan matahari juga belum nampak. Semakin menjauh dari gunung, semakin berkurang jumlah pohon-pohon yang kelihatan. Kontras dengan itu, persawahan semakin kelihatan luas. Jalan antar desa yang permukaanya sudah di aspal, karena […]